Uji Karakterisasi Potensi Pembentukan Air Asam Tambang
Uji Karakterisasi Potensi Pembentukan Air Asam Tambang (Part 4 of 4)


Oleh: Muhammad Sonny Abfertiawan
Uji Kinetik ( Kinetic Test)
Berbeda dengan static test, kinetic test ditujukan untuk mendapatkan pemahaman terhadap perilaku pembentukan air asam tambang dalam periode waktu tertentu. Tidak ada ketentuan khusus terkait lama periode waktu pengujian dengan metode uji kinetik. Bahkan, sebetulnya semakin lama bisa saja lebih baik sehingga dapat memperoleh perilaku mineral sulfida teroksidasi hingga habis bereaksi.
Berdasarkan pengalaman selama ini, uji kinetik air asam tambang dapat dilakukan dalam waktu singkat hingga maksimum 3-6 bulan. Dalam periode ini air asam tambang sudah terlihat dengan sangat jelas terbentuk melalui indikator penurunan nilai pH air yang stabil. Hal ini terjadi karena karakteristik mineral sulfida yang lebih reaktif terhadap oksigen dan air selama periode pengujian.
Namun, pengalaman terhadap sampel yang bersumber dari batuan penutup ( overburden) atau batuan sisa ( wasterock) lainnya waktu yang dibutuhkan lebih lama dari 3 bulan. Hal ini dapat dilihat dari sampel dari tambang mineral dengan total sulfur (TS) lebih dari 30% dan dikategorikan sebagai High Potential Acid Forming (PAF) tidak menunjukkan perilaku penurunan nilai pH hingga pada bulan ke 3-4.
Karakteristik mineral sulfida yang terkandung didalam batuan sangat mempengaruhi laju oksidasi mineral sulfida. Selain itu karekateristik batuan dan “cuaca” juga akan mempengaruhi laju pelapukan batuan yang memberikan pengaruh secara langsung terhadap oksidasi mineral sulfida didalam batuan. Kecenderungan sampel yang bersumber dari tambang mineral memang membutuhkan waktu yang relatif lebih lama untuk memperlihatkan tren stabil penurunan nilai pH. Pemahaman terhadap perbedaan karakteristik fisik, mineralogi yang dipengaruhi oleh proses pembentukan batuan di area tambang batubara dan mineral akan banyak memberikan jawaban terhadap fenomena ini.
Metode Uji Kinetik
Terdapat beberapa metode kinetik test yang dapat digunakan dalam proses identifikasi potensi pembentukan air asam tambang. Metode kinetik test telah cukup berkembang dengan berbagai modifikasi yang ditujukan untuk melihat perilaku reaksi antara mineral sulfida dengan oksigen dan air. Namun, setidaknya saya bisa membagi kinetik test menjadi tiga tipe, yakni:

Metode Column Leach Test
Column Leach Test adalah metode pengujian kinetik yang sering digunakan untuk meneliti perilaku pembentukan air asam tambang. Prosedur pengujian ini tidak memiliki ketentuan khusus, namun penelitian dapat mengacu pada panduan yang tersedia.
Pengujian ini dilakukan dengan menempatkan sampel batuan dalam Buchner Funnels, kemudian air disemprotkan. Air yang mengalir melalui sampel ditampung untuk analisis, dengan simulasi kondisi basah dan kering.
Simulasi kondisi basah dan kering mengikuti siklus mingguan dan bulanan, dengan fase kering menggunakan pemanas untuk mencapai suhu permukaan 30-35°C.
Ukuran partikel sampel dan volume air dapat disesuaikan peneliti untuk mengkaji laju pembentukan air asam tambang terkait curah hujan.
-
Field Columen Leach Test
(Foto)
Field Column Leact Test merupakan metode yang sama dengan free draining column leach test. Hanya saja, metode ini dilakukan di lapangan. Ada perbedaan penting dari kedua metode ini. Pada metode free draining column leach test, pengujian dilakukan dengan skenario fase basah dan kering yang diatur dalam laboratorium yakni dengan penggunaan panas dari lampu. Namun, pada field column leach test, pengujian dilakukan dengan menggunakan kondisi cuaca/alam setempat tanpa ada rekayasa tertentu yang dilakukan.
Metode ini memiliki kelebihan bahwa proses oksidasi mineral sulfida dapat terjadi dengan kondisi cuaca setempat sehingga dapat diperoleh perilaku yang lebih representatif. Gambar dibawah ini merupakan salah satu field column test yang saya lakukan di Site Lati, Berau Coal. Sejumlah sampel diletakkan kedalam kontainer akrilik dengan ketinggian 80 cm dan diameter kurang lebi 30-40 cm.
(gambar Disain penelitian Field Column Leach Test di Site Lati Berau Coal dan gambar Field Column Leach Test di Berau Coal)
Metode ini juga dikembangkan untuk tidak hanya melihat potensi pembentukan air asam tambang. Penelitian yang dilakukan di Site Lati Berau Coal, penggunakan filed column leach test dilakukan untuk mengetahui metode enkapsulasi material PAF dengan menggunakan material NAF dengan berbagai ketebalan lapisan. Dengan menggunakan metode ini, maka dapat diketahui perilaku potensi pembentukan air asam tambang dengan berbagai skenario terhadap waktu berdasarkan kondisi cuasa setempat. -
Humidity Cell
(Foto)
Humadity Cell test merupakan salah satu uji kinetik lainnya yang berkembang untuk mengetahui perilaku pembentukan air asam tambang yang dipengaruhi oleh faktor-faktor pembentukan air asam tambang. Metode Humadity Cell tes yang paling sering digunakan yakni ASTM D 5744 Humidity Cell Test (HCT) (ASTM, 2013).
Konsep metode uji ini adalah mengalirkan sejumlah udara dengan volume tertenti ke dalam reaktor yang berisikan sampel batuan dan penyiraman air dnegan volume tertenti seperti yang dilakukan pada metode free draining column leach test. Perbedaan antara free draining column leach test dengan humidity adlaah adanya pemberian udara kedalam reaktor.
Tujuan dari skenario ini adalah untuk meningkatkan laju pelapukan batuan sehingga dapat mempercepat laju reaksi mineral sulfida. Pengujian ini juga dilakukan untuk dapat mengetahu kinetika oksigen dan perilaku kualitas air lindi pada kondisi oksidasi optimal. Gambar dibawah ini merupakan uji humidy cell yang dilakukan oleh Fajarwati (2010).
Tim Kami
Para profesional yang berdedikasi mendorong kesuksesan kami

Budi Santoso
Direktur Utama
Pendiri dan kepala visioner, Budi adalah kekuatan pendorong di balik perusahaan. Dia suka menyibukkan diri dengan berpartisipasi dalam pengembangan strategi perangkat lunak, pemasaran, dan pengalaman pelanggan.

